Bukan, ini bukan petualangan seorang anak bernama Bolang ke Ambon, namun ini adalah perjalanan singkat saya di bulan Februari lalu. (image source : Melissa Isakh's documentation)

Orang tua saya sudah tidak terhitung berapa kali ke kota ini. Setiap mereka pulang, pasti membawa cerita yang seru. Tentu saja, hal tersebut membuat saya sangat penasaran dengan Ambon. Benar saja, saya jatuh cinta.
Saya berangkat pada hari Sabtu, sekitar pukul 00.30 dini hari dengan maskapai Batavia Air. Dengan bekal antimo beberapa saat sebelum boarding, saya berharap saya bisa tidur nyenyak pada perjalanan berdurasi kurang lebih tiga jam itu. Apa daya, AC pesawat begitu dingin hingga tidur nyenyak pun sulit didapat.
Saya tiba di Ambon pada pukul 5.30(an), waktu lokal. Disambut oleh beberapa teman orang tua dan om-tante saya, mereka membawa kami ke sebuah restoran di bandara. Tak lama setelah duduk, di meja kami disajikan gorengan khas Ambon, Sukun. Jujur, awalnya saya agak kurang yakin gorengan tersebut akan enak. Setelah mencoba, Sukun langsung menggeser kedudukan Tempe Goreng di tempat pertama gorengan terenak, versi saya.


Selang 30 menit, kami pun mulai beranjak dari tempat dan menuju kota. Sekadar informasi, dari Bandara ke kota memang cukup jauh. Perjalanan menempuh waktu kurang lebih satu jam. Saya cukup kaget karena destinasi pertama sesampainya di kota Ambon adalah Warung Kopi Joas. "Makan lagi?" pikir saya.

Untungnya, saya seseorang yang tidak mudah kenyang dan cepat lapar. (Mematikan, bukan? Hahaa..) Sehingga saya tidak menolak saat sarapan dan nyemil di saat yang bersamaan di Warung Kopi Joas. Para orang tua langsung memesan Poffertjes, Roti Isi, Singkong Goreng, dan Sukun (lagi). Tidak lupa mereka memberi pesan, agar kita memesan Telur Setengah Masak (ya, orang Ambon menyebutnya 'setengah masak').
Saya bukan pecinta kopi. Tapi entah mengapa Kopi Joas ini enak sekali. Kopi Susu, itulah yang saya pesan. Mungkin karena faktor kopi tersebut disantap di Ambon atau kebersamaan yang membuat enak. Yang pasti, kopi tersebut enak!




Di sana, saya mulai banyak berbicara dengan orang lokal yang merupakan teman orang tua saya. Mereka bercerita tentang bagaimana perang agama yang telah mereka lewati beberapa tahun lalu. Tanpa melebih-lebihkan, cerita tersebut memang seperti banyak cerita yang diangkat menjadi film perang. Saya tidak bisa berhenti mendengarkan dan bertanya mengenai kelanjutan setiap ceritanya.

Setelah kenyang dari Kopi Joas, kami check in terlebih dahulu di hotel tempat kami tinggal selama tiga malam, Swiss-BelHotel. Saya tidak menyangka saya akan tinggal di hotel sebaik ini di Ambon. Karena awalnya saya pikir, Ambon tidak memiliki hotel kelas bintang empat (hohohoo). Tanpa membuang waktu, kami langsung berangkat lagi untuk dibawa keliling Ambon.

Setelah sempat tidur beberapa saat di mobil, kami sampai di Kabupaten Waai untuk melihat belut. Agak bingung apa yang ingin dilihat dari belut. Tapi ternyata, belut tersebut besarnya sebesar paha manusia. Mereka tinggal di mata air kabupaten tersebut. Tidak jauh dari belut-belut tersebut, banyak warga yang sedang mencuci pakaian serta anak kecil berenang. Nice view!






Saya salut dengan apa yang sudah diajarkan kepada anak-anak ini. Pada saat kami menuju mobil untuk pulang, anak-anak ini mengikuti kami sambil berbicara dan berteriak sesekali. Awalnya saya pikir mereka meminta uang, karena saya mendengar mereka menyebutkan 'uang'. Setelah saya mendengarkan dengan seksama, yang mereka katakan sembari menunjuk seseorang yang berada tidak jauh dari posisi kami berdiri adalah "Jang kasi om, dia mata uang.. So kasi pawang toh? Jang kasi om!"
Mereka tidak mengemis, bahkan mereka tidak membiarkan diri mereka atau temannya diberikan sedekah. Mengapa? Saya juga tidak tahu mengapa. Namun yang saya tahu, mereka tidak mempunyai mental untuk mengemis.


Saya baru menceritakan dua tempat. Namun sudah sepanjang ini :-) Saya akan melanjutkannya di post selanjutnya mengenai Pantai Natsepa (dan rujaknya), Ikan Bakar, makan Sagu, dan pengalaman diving di Ambon. Be waiting!

woww...very nice sayang, very nice pict too..keep on doing it!!
ReplyDelete