Baru saja saya selesai salah satu episode dari The Bachelorette. Don’t make any comment, it’s my guilty pleasure series hahahaa… Judul dari episode kali ini adalah Hometown Dates, yang berarti sang bachelorette mendatangi kampung halaman empat laki-laki yang masih bertahan untuk merebut hatinya.
Despite all the shilly-shallying from the bachelorette herself in the previous episodes, kali ini ada hal yang sangat menganggu saya (tentunya selain banyak cara yang sangat tidak masuk akal dalam mencari pasangan hidup :-P). beberapa dari keluarga laki-laki, dideskripsikan sebagai pihak yang protektif. Mengapa? Karena sebelumnya sang laki-laki pernah disakiti dan mereka tidak mau ia disakiti untuk kesekian kalinya. Oleh sebab itu, mereka sangat meminta si bachelorette untuk menjaga perasaan si laki-laki.
For those of you who’ve never had a broken heart before, please raise your hand? Not just from your boyfriend or girlfriend, but maybe you best friend and/or parents did that to you. Did they mean it? Saya bisa pastikan dalam semua permintaan maaf yang dikatakan, mereka mengatakan “I didn’t mean it”. And deep down inside, you know that they’re telling the truth.
Tapi, satu hal yang saya rasa semua orang perlu mengerti bahwa perasaan sakit hati sebenarnya bisa kita perkecil kesempatannya atau dihindari. Saya tidak menujukan tulisan ini kepada orang yang memiliki niat jahat atau manipulatif ya, ini yang normal-normal saja.
Beberapa orang selalu berkata pada saya, “jangan suruh orang jaga perasaan kamu, kamu yang harus jaga hati”. Sebel banget ga sih dibilangin kaya gitu? Saya merasa mereka yang berkata seperti itu tidak memiliki perasaan. Perlu waktu yang lama bagi saya untuk mengerti hal di atas.
Tapi, akhirnya saya mengerti bahwa kita hanya bisa merasa sakit hati saat orang yang dekat dengan kita tidak melakukan hal yang kita ekspektasikan. Hal di atas terbagi dalam tiga poin. Yang pertama, merasa sakit hati. Yang kedua, orang yang dekat. Dan, yang ketiga, hal yang kita ekspektasikan.
Hal yang kita ekspektasikan merupakan hal yang kita rasa orang terdekat kita wajib untuk lakukan. Bagus apabila kita menyukainya, kalau tidak? Timbulah perasaan sakit hati. Rasa yang keluar dari pemikiran “masa dia ga tau sih gue ga suka digituin?”.
How many of you already knew that the person (or people) who have a chance to hurt us is the closest one? Why? Simply because we care about things they do. Kalau ga deket, Do you even care if they do something you dislike? No, you don’t. Bila mengetahui hal ini, tentu saja tidak ada dari kita yang bersedia untuk membawa orang sembarangan ke dalam your closest circle, right?
Terakhir, merasa sakit hati. Itu hal yang wajar. Sudah tidak terhitung berapa kali saya sakit hati. Tetapi, ternyata saya tidak bisa menyalahkan orang lain karena tidak menjaga perasaan saya. Hati milik saya, ya tugas saya menjaganya. Kalau harus tergantung pada orang lain, it’s just way too risky for me. Simply because none in this world know the exact situation I’m facing. Malas kan diajak bercanda saat lagi serius? Begitulah kalau kita mengalihkan tugas menjaga hati kepada orang lain, yang ada kalau sang penjaga hati lagi mau bercanda saat kita sedang serius, jatuhnya sakit hati karena merasa tidak dimengerti. Sekarang salah siapa?
Trust me, when you’re smart in guiding your heart, pasti tidak akan mudah tersinggung dan sakit hati. Instead of get mad, you will find it easy to explain it nicely.
No comments:
Post a Comment